This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 09 Desember 2011

Rumus Wanita Cantik (January 18, 2008. Dikirim JO admin dalam Obrolan Muslimah)

Tidak cantik = Minder dan jarang disukai orang.
Cantik = Percaya diri, terkenal dan banyak yang suka.
AH MASA SIH??

Itulah sekelumit rumus yang ada dalam fikiran wanita atau bisa juga akhwat. Sebuah rumus simple namun amat berbahaya. Darimanakah asal muasal rumus ini? Bisa jadi dari media ataupun oleh opini masyarakat yang juga telah teracuni oleh media- baik cetak maupun elektronik- bahwa kecantikan hanya sebatas kulit luar saja. Semua warga Indonesia seolah satu kata bahwa yang cantik adalah yang berkulit putih, tinggi semampai, hidung mancung, bibir merah, mata jeli, langsing, dll. Akibatnya banyak kaum hawa yang ingin memiliki image cantik seperti yang digambarkan khalayak ramai, mereka tergoda untuk membeli kosmetika yang dapat mewujudkan mimpi-mimpi mereka dan mulai melalaikan koridor syari’at yang telah mengatur batasan-batasan untuk tampil cantik. Ada yang harap-harap cemas mengoleskan pemutih kulit, pelurus rambut, mencukur alis, mengeriting bulu mata, mengecat rambut sampai pada usaha memancungkan hidung melalui serangkaian treatment silikon, dll. Singkat kata, mereka ingin tampil secantik model sampul, bintang iklan ataupun teman pengajian yang qadarullah tampilannya memikat hati. Maka tidak heran setiap saya melewati toko kosmetik terbesar di kota saya, toko tersebut tak pernah sepi oleh riuh rendah kaum hawa yang memilah milih kosmetik dalam deretan etalase dan mematut di depan kaca sambil terus mendengarkan rayuan manis dari si mba SPG.
Kata cantik telah direduksi sedemikian rupa oleh media, sehingga banyak yang melalaikan hakikat cantik yang sesungguhnya. Mereka sibuk memoles kulit luar tanpa peduli pada hati mereka yang kian gersang. Tujuannya? Jelas, untuk menambah deretan fans dan agar kelak bisa lebih mudah mencari pasangan hidup, alangkah naifnya. Faktanya, banyak dari teman-teman pengajian saya yang sukses menikah bukanlah termasuk wanita yang cantik ataupun banyak kasus yang muncul di media massa bahwa si cantik ini dan itu perkawinannya kandas di tengah jalan. Jadi, tidak ada korelasi antara cantik dan kesuksesan hidup!.

Teman-teman saya yang sukses menikah walaupun tidak cantik-cantik amat tapi kepribadiannya amat menyenangkan, mereka tidak terlalu fokus pada rehab kulit luar tapi mereka lebih peduli pada recovery iman yang berkelanjutan sehingga tampak dalam sikap dan prinsip hidup mereka, kokoh tidak rapuh. Pun, jika ada teman yang berwajah elok mereka malah menutupinya dengan cadar supaya kecantikannya tidak menjadi fitnah bagi kaum adam dan hanya dipersembahkan untuk sang suami saja, SubhanAlloh. Satu kata yang terus bergema dalam hidup mereka yakni bersyukur pada apa-apa yang telah Alloh berikan tanpa menuntut lagi, ridho dengan bentuk tubuh dan lekuk wajah yang dianugerahkan Alloh karena inilah bentuk terbaik menurut-Nya, bukan menurut media ataupun pikiran dangkal kita. Kalau kita boleh memilih, punya wajah dan kepribadian yang cantik itu lebih enak tapi tidak semua orang dianugerahi hal semacam itu, itulah ke maha adilan Alloh, ada kelebihan dan kekurangan pada diri tiap orang. Dan satu hal yang pasti, semua orang bertingkah laku sesuai pemahaman mereka, jika kita rajin menuntut ilmu agama InsyaAlloh gerak-gerik kita sesuai dengan ilmu yang kita miliki. Demikian pula yang terjadi pada wanita-wanita yang terpaku pada kecantikan fisik semata, menurut asumsi saya, mereka merupakan korban-korban iklan dan kurang tekun menuntut ilmu agama, sehingga lahirlah wanita-wanita yang berpikiran dangkal, mudah tergoda dan menggoda. Mengutip salah satu hadist, Rasulullah Shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

“Siapa yang Alloh kehendaki kebaikan baginya, Alloh akan pahamkan ia dalam agamanya”(Shahih, Muttafaqun ‘alaihi).

Hadist diatas dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Baz bahwa ia menunjukkan keutamaan ilmu. Jika Alloh menginginkan seorang hamba memperoleh kebaikan, Alloh akan memahamkan agama-Nya hingga ia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang bathil, mana petunjuk mana kesesatan. Dengannya pula ia dapat mengenal Rabbnya dengan nama dan sifat-sifat-Nya serta tahu keagungan hak-Nya. Ia pun akan tahu akhir yang akan diperoleh para wali Alloh dan para musuh Alloh.

Syaikh Ibnu Baz lebih lanjut juga mengingatkan betapa urgennya menuntut ilmu syari’at:

“Adapun ilmu syar’i, haruslah dituntut oleh setiap orang (fardhu ‘ain), karena Alloh menciptakan jin dan manusia untuk beribadah dan bertaqwa kepada-Nya. Sementara tidak ada jalan untuk beribadah dan bertaqwa kecuali dengan ilmu syar’i, ilmu Al-Qur’an dan as Sunnah”.

Dus, sadari sejak semula bahwa Alloh menciptakan kita tidak dengan sia-sia. Kita dituntut untuk terus menerus beribadah kepadaNya. Ilmu agama yang harus kita gali adalah ilmu yang Ittibaurrasul (mencontoh Rasulullah) sesuai pemahaman generasi terbaik yang terdahulu (salafusshalih), itu adalah tugas pokok dan wajib. Jika kita berilmu niscaya kita akan mengetahui bahwa mencukur alis (an-namishah), tatto (al-wasyimah), mengikir gigi (al-mutafallijah) ataupun trend zaman sekarang seperti menyambung rambut asli dengan rambut palsu (al-washilah) adalah haram karena perbuatan-perbuatan tersebut termasuk merubah ciptaan Alloh. Aturan-aturan syari’at adalah seperangkat aturan yang lengkap dan universal, sehingga keinginan untuk mempercantik diri seyogyanya dengan tetap berpedoman pada kaidah-kaidah syara’ sehingga kecantikan kita tidak mendatangkan petaka dan dimurkai Alloh. Apalah gunanya cantik tapi hati tidak tentram atau cantik tapi dilaknat oleh Alloh dan rasul-Nya, toh kecantikan fisik tidak akan bertahan lama, ia semu saja. Ada yang lebih indah dihadapan Alloh, Rabb semesta alam, yaitu kecantikan hati yang nantinya akan berdampak pada mulianya akhlaq dan berbalaskan surga. Banyak-banyaklah introspeksi diri (muhasabah), kenali apa-apa yang masih kurang dan lekas dibenahi. Jangan ikuti langkah-langkah syaitan dengan melalaikan kita pada tugas utama karena memoles kulit luar bukanlah hal yang gratis, ia butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit. Bukankah menghambur-hamburkan uang (boros) adalah teman syaitan?. JADI, mari kita ubah sedikit demi sedikit mengenai paradigma kecantikan.

Faham Syari’at = CANTIK
Tidak Faham Syari’at = Tidak CANTIK sama sekali!
Bagaimana? setuju?.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu ’alaihi Wa sallam bersabda:
”Innallaha la yanzhuru ila ajsamikum wa la ila shuwarikum walakin yanzhuru ila qulubikum”
”Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian akan tetapi Allah melihat hati dan kalian” (HR. Muslim)

Mari kita simak syair indah dibawah ini:

Banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum
Karena banyaknya madu yang dimiliki bunga
Tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karena sedikitnya madu

Banyak laki-laki tampan yang tertarik dan terpesona oleh wanita yang kurang cantik
Karena memiliki hati yang cantik
Dan tidak sedikit pula wanita cantik ditinggalkan laki-laki karena jelek hatinya

Karena kecantikan yang sejati bukanlah cantiknya wajah tapi apa yang ada didalam dada
Maka percantiklah hatimu agar dicintai dan dirindukan semua orang.

Wallahu ‘alam bisshowab (ummu Zahwa).
Maroji’:
297 Larangan Dalam Islam dan Fatwa-Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syaikh Ali Ahmad Abdul ‘Aal ath-Thahthawi.

Jumat, 25 November 2011

Mirai E
( Menuju Masa Depan )

Hora, asi moto wo mite goran
( Ayoo...lihatlah langkah kakimu..)

Korega anata no ayumu michi
( Itulah jalan kehidupanmu....)

Hora, mae mo mite goran
( Ayoo...lihatlah pula ke depan..)

Arega anata no mirai
( Disanalah masa depanmu..)


Haha ga kureta takusan no yasashisa
( Begitu banyaknya bunda telah memberikan kasih sayangnya....)

Ai wo idaite ayumeto furikaesita
( Bersama Cinta bunda dapatku mengerti....kehidupan yg silih berganti )

Ano toki wa mada osanakute iminado siranai
( Saat itu aku masih terlalu kecil...belum mengerti arti semua itu )

Sonna watashi no te wo nigiri
Isyoni ayunde kita
( Bunda yang selalu membimbingku dalam menjalani masa
depan )


Yume wa itsumo sora takaku aru kara
( Cita cita selalu tinggi di atas langit )

Todokanakute kowai ne dakedo oi suzukeruno
( Bila tak tercapai memang menyedihkan , tetapi jangan
takut tetaplah melangkah bercita-cita

Jibun no sutori dakara koso akira metakunai
( Tentukan langkah sejarah hidupmu..Janganlah berputus
asa

Fuang ni naru to te wo nigiri isyoni ayundekita
( Jangan cemas dan jangan takut...do`a bunda selalu
menyertaimu )

Sono yasashisa wo tokiniwa iyagari
( Kasih sayang itu ..dulu selalu kulecehkan...selalu
kusakiti hati bunda )

Hanareta haha he suna wo ni narezu
( Sekarang jauh terpisah dari bunda....baru ku sadari
segalanya )

Hora asi moto wo mite goran kore ga anata no ayumu
michi
( Ayoo..lihatlah langkah kakimu...itulah perjalanan
hidupmu )

Hora mae mo mite goran arega anata no mirai
( Ayoo...lihatlah pula kedepan...di sanalah masa
depanmu )

Mirai e mukatte
Yukkuri to aruite ikou
( Perlahan namun pasti...jemputlah masa depanmu dengan
hati penuh keyakinan )

*Hora, asi moto wo mite goran / Korega anata no ayumu michi
(Ayo, lihatlah langkah kakimu / Itulah jalan kehidupanmu)
Hora, mae mo mite goran / Are ga anata no mirai
(Ayo, lihatlah pula ke depan / Disanalah masa depanmu)

Haha ga kureta takusan no yasashisa
(Begitu banyak kasih sayang yang telah ibunda berikan)
Ai wo idaite ayumeto furikaesita
(Bersama cintanya dapat ku mengerti kehidupan yang silih berganti)
Ano toki wa mada osanakute iminado siranai
(Saat itu aku masih terlalu kecil, belum mengeri arti semua ini)
Sonna watashi no te wo nigiri / Isyoni ayunde kita
(Ibunda yang telah membimbingku dalam menapaki masa depan)

Yume wa itsumo sora takaku aru kara
(Cita-cita selalu tinggi di atas langit)
Todokanakute kowai ne dakedo oi suzukeruno
(Bila tak tercapai memang menyedihkan, tetapi jangan takut tetaplah melangkah mencapainya)

Jibun no sutori dakara koso akira metakunai
(Tentukan langkah hidupmu, janganlah berputus asa)
Fuang ni naru to te wo nigiri isyoni ayundekita
(Jangan cemas dan takut, do'a ibunda selalu menyertaimu)

Sono yasashisa wo tokiniwa iyagari
(Kasih sayang itu dulu selalu tak kupedulikan, kusakiti hati ibunda)
Hanareta haha he suna wo ni narezu
(Sekarang jauh terpisah dari ibunda, baru kusadari segalanya)

Mirai e mukatte / Yukkuri to aruite ikou
(Perlahan namun pasti, jemputlah masa depanmu dengan penuh keyakinan)
[Notes: Dikutip dari lirik lagu Mirai E-Kiroro]

SUCCES

10 Kiat Kepribadian Orang Sukses Juni 27, 2007
Posted by elindasari in Tips.
trackback
10 Kiat Kepribadian
Orang Sukses
Suatu kesuksesan memiliki banyak definisi dan variasi tolok ukur.

Alan Kay berpetuah : “The best way to predict the future is to create it.” –

Mungkin….Beberapa dari kita meyakini, bahwa :

“Kesuksesan berarti mencapai posisi tertinggi di kantor, variasi lainnya bermakna memiliki kecukupan finansial tertentu”.

Ada juga sebagian lagi mewujudkan kesuksesan sebagai sebuah predikat penghargaan dari kolega dan khalayak atas prestasinya.

Dari bermacam definisi dan tolok ukur itu, satu hal yang dapat disimpulkan bahwa :“Kesuksesan merupakan pencapaian impian melalui sebuah proses terstruktur dan terencana”. So pasti kan….

Misalnya :

Si Anu mendefinisikan sukses jika dia mampu mencapai manajer pemasaran di tempat kerjanya. Usaha untuk “memuluskan” kesuksesan tersebut.

Si Anu memutuskan untuk belajar kembali di institusi pendidikan S2 dan mengikuti beberapa seminar pemasaran.

Tentu saja, banyak hal yang perlu dipersiapkan, baik itu material dan sikap pribadinya. Bentuk material berupa dana dan waktu merupakan hal yang pasti harus dipersiapkan, lalu perlu juga ditunjang dengan sikap pribadi dalam menyikapi proses pencapaian kesuksesan itu sendiri.

Menurut : Mr. Jennie S. Bev, yaitu seorang konsultan, entrepreneur, penulis dan edukator bertempat tinggal di San Francisco Bay Area dan Beliau merupakan seorang Indonesia yang “sukses” berkompetisi pada iklim “ketat” Amerika.

Beliau mengedepankan 10 unsur kepribadian seorang sukses (baik dari segi keuangan dan prestasi) yang berdasarkan pada komunikasi dan pergaulannya dengan para billionaire dan beberapa pengusaha sukses.

Sepuluh sikap yang harus dipunyai itu adalah sebagai berikut:

Pertama, Keberanian untuk berinisiatif :

Kekuatan yang sebenarnya tidak lagi menjadi rahasia atas kesuksesan orang-orang terknenal yaitu mereka selalu punya ide-ide cemerlang!

Lihat saja : Seorang Donald Trump yang “mendunia” karena superioritasnya di bidang Real Estate awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat Raja Real Estate, adalah contoh dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif.

Kita tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, Online University bernama TrumpUniversity.com, bahkan di negara asalnya boneka Donald adalah sebuah icon dan produk laris selain buku-buku bestseller-nya. Dan inisiatif adalah kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau atau tidak untuk berinisiatif mengemukakan ide-idenya.

Kedua, Tepat waktu :

Sebuah hal yang pasti untuk semua orang di dunia ini tanpa terkecuali adalah bahwa kita memiliki jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Seorang yang menepati janji dan tepat waktu menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang paling terbatas tersebut.

Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis dan berinteraksi. Memberikan perhatian lebih terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan kolega dan mitra kita.

Ketiga, Senang melayani dan memberi:

Sebuah rumus sukses dari banyak orang sukses adalah mampu memimpin, namun sebuah additional attribute dari sikap kepemimpinan adalah kebiasaan melayani dan memberi.

“The more you give to others, the more respect you get in return”

Dan, keikhlasan adalah kunci untuk sifat ini. Kebaikan lain akan terus mengalir tanpa henti saat kita mampu memberi dan melayani dengan ikhlas. Ini mungkin bisa dibilang sebagai bonus saja!

Tetapi, setidaknya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman, kolega serta rekan kita betapa suksesnya diri kita sehingga membuat orang lebih yakin bermitra dan bergaul dengan diri kita.

Keempat, Membuka diri terlebih dahulu:

Barangkali kita pernah bertemu orang yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain namun dia terus menutup diri agar jati dirinya tidak terbuka.

Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada siapa saja yang dijumpainya. Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses.

Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, itulah yang dicari oleh para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju bahwa tidak banyak orang yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius, betul kan?

Kelima, Senang bekerja sama dan membina hubungan baik:

Kemampuan bekerja sama dalam tim adalah salah satu kunci keberhasilan utama.

Kembali kita mengambil contoh Donald Trump. Dalam serial TV The Apprentice, Trump memiliki tim yang loyal dan menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam menemukan para calon “orang kepercayaan” yang baru.

Pada akhirnya, Trump akan memiliki sebuah tim yang sangat loyal dan bervisi sama dengan menciptakan jaringan kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses itu semakin terbuka lebar.

Keenam, Senang mempelajari hal-hal baru:

Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah seorang yang bisa dikatakan sebagai orang sukses dalam bidangnya yaitu commerce. Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai seorang pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak, mereka tetap seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya.

Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang laus dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan.

Ketujuh, Jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama:

Lance Armstrong pernah berkata, “There are two kinds of days: good days and great days.”

Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Adalah baik jika kita tidak pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal.

Mengapa?

Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana kita gagal tetap sebagai a good day (hari yang baik).

Kedelapan, Berani menanggung resiko:

Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh.

Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day. Jadi, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi bukan?

Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari dan tentunya ambang kepada kesuksesan akan lebih dekat.

Kesembilan, Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat):

Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada.

Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya.

Semakin positif kita menyikapi hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian atas hambatan tersebut.

Kesepuluh: “Comfortable in their own skin” Menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak “lebih” dari lawan bicaranya.

Pernah bertemu dengan orang sukses yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Tidak ada tentunya.

Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Saya adalah saya, mereka adalah mereka.

Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri.

Sikap dasar orang sukses tersebut di atas barangkali dapat menjadi cerminan dan memuluskan langkah kita untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan, tinggal kita yang memutuskan.

_berbagi tips sukses, sukses milik bersama_

Jumat, 04 November 2011

-MAKNA CINTA-

Cinta bukan hanya suatu kiasan, saya menulis ini berdasarkan apa yang saya alami. terkadang ittu memang menyakitkan tapi cinta juga mampu menguatkan. saat saya merasakan sesuatu yang indah tapi seketika itu juga perih saya rasakan. cinta ittu mampu saling percaya dan mampu saling meyakini. saya menulis ini untuk dia yang pernah singgah di hati saya, sebut saja A.N. sungguh saya sudah berusaha jujur dan mengatakan apa adanya tentang yang terjadi, tapi dia tetap saja tidak mau menerima pernyataan saya, justru dia lebih percaya dengan orang lain. sampai detik ini pun saya masih berharap dia mampu membuktikan kata-katanya bahwa adia akan selalu menjaga saya. tapi saya juga tidak mau terlalu larut dalam byang semu dirinya. saya hanya berharap dia mau mengerti apa yang sebenarnya terjadi. dan saya berharap jalinan silaturahmi masih tetap terjaga, sekiranya memang sudah ada yang lain di hatinya, saya ikhlas dan semoga saya juga dapat membuka hati saya untuk yang lain yang itu lebih baik darinya dan baik untuk saya. . . . .

Jumat, 30 September 2011

Torehan Luka

kau datang tiba-tiba
membawa sejuta cerita
terhanyut cinta yang mendalam
terlukis angan yang bahagia

kau ucap cinta pada ku
beri keyakinan di hati ku
janji janji mu ternyata palsu
kau torehkan luka di hati ku

tangis sedih dan lukaku
mengalir deras tiada terhenti
kau tinggalkan janji janji
bersama sejuta harap ku pada mu
pedih perih di hati ku
tak mudah berlalu. . .
simpan semua kisah
khayal bersamamu
tutup sudah semua kata mu . . .

Sabtu, 30 April 2011

N0STALGIA WAKTU
tergerak hati ini menatap tabu waktu yang telah terukir. canda, tawa, tangis, dan manja terbuai indah dalam balutan mesra damai keluarga. sekarang, nanti, esok atau pun lusa, aku ingin tetap seperti ini tiada perceraian, tiada perpishan. namun waktu mulai bicara, kini waktu tinggal cerita, n0stalgia waktu mulai berubah. kini yang kurasa tidak lebih dari sebuah arti kesendirian, kesunyian, dan kehampaan. . .
_to be continued_

Kamis, 31 Maret 2011

aakkuu

Kamis, 17 Maret 2011

SESIRNA KEMILAU SENJA

( BY: ANGGUN DHERTI VETAYANI)

Rembulan yang bersinar bagai intan yang memancarkan kilaunya. Desahan angin kecil mengibaskan rambut panjang Romlah yang terurai panjang. Dia duduk di bawah pohon akasia di depan rumahnya sambil menunggu pujaan hati tercintanya.
“ Akang cepatlah datang, tidakkah kau tahu bahwa aku merindukan mu.”
Ia berharap sambil menatap bulan yang seolah mampu mendengarnya.
Tak lama kemudian, sesosok manusia tampak dari kejauhan mengenakan kemeja rapi dengan sepeda ontel tuanya. Hati Romlah makin penasaran di buatnya, apakah itu si Katiman lelaki tampan pujaan hatinya? Pertanyaan itu pun terjawab ketika sosok itu menghampirinya.
“ Romlah ini akang, akang datang untuk mu sayang ,” sahut Katiman sambil melambai-lambaikan tangannya.
“ Akang ternyata akang mendengar panggilan hati Rom kang, Rom dari tadi di sini menunggu akang.” Kata Romlah.
“ Tentu sayang, akang pun begitu. Tumben kamu duduk di depan sendirian, kemana abah dan emak ?” tanya Katiman.
“ Mereka sedang mengantar Abdul berobat, tiba-tiba saja Abdul tadi mendadak demam tinggi kang ,” kata Romlah.
“ Pantas saja sepi sekali rumah kamu Rom, kalau saja abah mu ada pasti aku sudah di usirnya sedari tadi,” ujar Katiman dengan nada pelan sedikit kecewa. Sesaat suasana hening, mereka pun duduk berdua di bawah pohon tempat Romlah duduk tadi. Andaikan orang tua mereka merestui hubungan mereka, pasti mereka tidak perlu diam-diam begini saat ingin bertemu. Seperti maling yang menyelinap di tengah-tengah kelengahan orang. Selalu saja begitu, Romlah dan Katiman memanfaatkan kesempatan.
“ Akang sampai kapan kita terus begini, sampai kapan kita sembunyikan hubungan ini,” Tanya Romlah membuka pembicaraan.
“ Sampai orang tuamu mau menerima aku, itu pun kalau kau setia menunggu ku, aku akan buktikan kepada orang tua mu kalau aku akan menjadi orang yang sukses dulu, baru aku berani meminang mu,” jelas Katiman.
“ Tapi aku akan menerima mu apa adanya kang, walaupun nanti hidup kita sederhana, asalkan kita bahagia, harta tak mampu menjamin kebahagiaan kang, banyak pejabat tinggi yang memiliki harta melimpah, tapi mereka tak mampu saling jujur dan terbuka hingga akhirnya mereka terpeleset ke dalam jurang perselingkuhan,” jelas Romlah.
“ Itu kata mu Rom, tapi tidak untuk orang tua mu, lagi pula tanpa restu mereka kebahagiaan yang kita impikan itu tak kan pernah mampu terwujud sayang,” jawab Katiman sembari memegang tangan Romlah.
“ Kalau begitu, jika abah dan emak tetap tidak merestui kita apa akang rela begitu saja ?” Tanya Romlah dengan nada serius.
Ketegangan mulai tampak terasa, pembicaraan mereka mulai tampak serius.
“ Tentu tidak sayang, akang pasti akan mewujudkan impian kita untuk selalu bersama hingga masa senja kita. Semakin kuat akar suatu pohon pasti makin besar pula badai yang menerjangnya. Begitupun dengan kita,” jawab Katiman sembari mencairkan suasana.
Katiman mengusap kening Romlah. Bintang pun seolah bahagia melihat kemesraan mereka. Bulan pun ikut mengintip malu-malu di balik kerumunan awan.
Tak terasa waktu pun cepat berlalu, suara motor tua abahnya terdengar jelas dari kejauhan. Apalagi di malam yang begitu sepi. Romlah pun segera menyuruh Katiman pulang . jangan sampai mereka kepergok duduk berdua.
“ Akang itu suara motor abah, akang harus cepat – cepat pulang, aku tidak mau abah melihat kita disini, “ kata Romlah cemas.
“ Baik Rom, akang akan pulang, jaga dirimu baik – baik ya ? ” kata Katiman.
“ Iya akang, akang hati – hati ya “ jawab Romlah sambil bergegas lari masuk kedalam rumah.
“ Iya Rom, ketahuilah akang sangat menyayangimu, “ sahut Katiman agak menjerit. Namun Romlah sudah keburu menutup pintu rumahnya, dan menuju kamarnya seolah – olah dia sudah tidur ketika abah, emak, dan adiknya pulang.
Dung dung dung dung…
Suara knalpot tua dari motor tua warisan kakeknya dulu. Seketika suara itu ilang disambung dengan suara dencitan sepatu dan engsel pintu.
“ Teh Rom, emak pulang, apa kamu sudah tidur nak ? “ ujar emaknya tapi tidak ada suara yang menyahut dari dalamnya.
“ Padahal emak bawakan martabak keju kesukaanmu, “ sambung emaknya.
Tiba – tiba . . .
“ Rom belum tidur kok mak, tadi sedang mendengarkan radio jadi tidak terdengar, “ teriak Romlah sambil beralasan ketika mendengar emaknya membawakan martabak keju.
“ Hmmm . . .dasar kamu itu, dibilang bawa martabak saja langsung lari dari ranjang,” ledek emaknya.
“ Hehehe . . .ya emak kan tahu itu kesukaan Romlah,” ujar Romlah sambil malu – malu.
Malam itu Romlah serasa ada dipuncak surga. Keinginannya ingin bertemu Katiman terwujud dan dapat bonus martabak keju dari emaknya. Ini mungkin yang disebut pucuk dicinta ulam pun tiba.
Keesokan harinya seperti biasa Romlah bangun saat adzan shubuh berkumandang. Ia selalu hanyut dalam lantunan kumandang adzan yang diserukan Katiman.
“ Akang kau memang malaikat penjagaku, “ lirihnya dalam hati sambil tersenyum.
Segera ia mengambil air wudlu dan sholat shubuh. Tak lupa setelah sholat iapun membaca beberapa ayat Al – qur’an yang mampu menyejukkan hatinya tatkala fajar menjelang. Iapun selalu berdo’a agar Tuhan mau membukakan pintu hati orang tuanya untuk merestui hubungannya dengan Katiman.
Lesung padi dan kokok ayam mulai terdengar, pertanda emaknya sudah bangun. Romlah pun langsung menuju kedapur,” emak sudah bangun? Sini biar Romlah saja yang menumbuk padi, emak segera sholat dulu saja.”
“ Emak tadi sudah sholat nak. Kamu pergi saja kepasar belikan emak ikan asin kesukaan abahmu, “ perintah emak.
“ Emmm. . . . baik mak. Rom pergi sekarang selagi masih pagi dan udarapun masih sejuk, lumayan sekaligus penyegaran, “ kata Romlah sambil mengambil tas belanjanya yang tergantung diatas pintu dapur.
Diperjalanan menuju kepasar Romlah bertemu dengan Katiman.
“ Assalamu’alaikum Romlah, kamu mau kepasar ? ” Tanya Katiman sambil basa – basi.
“ Wa’alaikumsalam, iya kang Romlah diminta emak untuk membeli ikan asin kesukaan abah,“ jawab Romlah.
“ Oh begitu, bolehkah akang mengantarmu ? “ kata Katiman member tawaran sembari membungkukkan badannya seolah cerita disinetron.
“ Dengan senang hati akang, asalkan abah tidak melihat kita, “ jawab Romlah tersenyum sembari khawatir.
“ Tenang saja, pasti abahmu sekarang sedang memandikan burung perkutut kesayangannya itu, “ kata Katiman meyakinkan.
“ Benar juga kata akang, tapi kita harus tepat waktu kembalinya, “ jawab Romlah.
“ Tenang saja, akang kan hanya ingin mengantarkan permaisuri akang kepasar, ayo naik! ” katanya sambil menoleh kearah boncenga sepeda tuanya.
Mataharipun sedikit mulai menampakkan rupanya. Cahayanya yang mulai menyilaukan membuat tetes – tetes embun didedaunan tampak seprti intan yang berkilauan. Kemicau indah nyanyian burung melenyapkan segala kesunyian pagi itu. Orang – orang pun mulai beraktifitas seperti halnya Romlah dan Katiman yang sudah kembali dari pasar dan memulai aktifitas mereka masing – masing.
Katiman yang sedang membantu abahnya disawahswdikit mulai merasa lelah. Ia bergegas menuju saung di tengah sawahnya. Abahnya pun sudah menunggunya untuk menyantap hidangan yang dibuat emaknya. Tiba – tiba di tengah – tengah saat makan abahnya memulai percakapan, “ Man, apa kamu sekarang masih berhubungan denga Romlah si anak juragan kikir itu ? “
“ Maksud abah Juragan Somad ? “ jawab Katiman sembari tersentak mendengar pertanyaan abahnya.”
“ Iya, dengar nak, jauhilah Romlah dari sekarang, kita ini hanya orang miskin, kamu tahu kan abahnya itu hanya memikirkan harta, harta dan harta ! “ Kata abahnya.
“ Iya bah, Man juga tahu, tapi kan . . . . “ belum selesai ia berkata.
“ Sudah dengarkan abah, urungkan niatmu untuk mempersunting Romlah, “ potong abahnya.
Katiman hanya terdiam dan mencerna dalam – dalam perkataan abahnya itu. Apakah mungkin harta mampu mengalahkan ketulusan cintanya terhadap Romlah. Seribu tanda Tanya berkemelut dipikiran Katiman. Jalan mana yang harus ia pilih untuk mampu mempertahankan cintanya terhadap Romlah.
Keesokan harinya, ada seorang wanita paruh baya keluar dari mobil sedan hitam yang berhenti di depan rumah Romlah. Dari penanmpilannya sepertinya dia orang kota. Ternyata wanita itu adalah teman lama abahnya yang kabarnya kini menjadi pengusaha kafe besar di Jakarta.
“ Somad ! “ teriak wanita itu.
Juragan Somad yang sedang mengelus – elus burung kesayangannya itu terkejut, “ maaf anda ini siapa ? seenaknya berteriak memanggil saya.! “
Ia tersinggung dengan kata – kata wanita itu, karena tidak ada satu orang pun yang berani memanggilnya tanpa sebutan juragan.
“ Aku Susi teman lamamu dulu, “ kata wanita itu.
Mendengar penjelasan itu barulah Juragan Somad mamou membuka memori – memori lamanya dan teringat dengan nama Susi. Susi adalah nama teman sepermainannya semasa SMA. Akhirnya ia pun mempersilahkan Susi masuk dan memperkenalknannya kepada anak dan istrinya.
“ Wah anak perempuanmu cantik sekali, “ sahut Susi kagum melihat pesona aura Romlah.
“ Tentulah abahnya saja ganteng, “ jawab Juragan Somad sambil mengangkat – angkat alis matanya.
“ Siapa namamu sayang ? ‘ Tanya Susi kepada Romlah.
“ Romlah bu,” jawab Romlah.
“ Jangan panggil bu, panggil saya tante, “ kata Susi.
“ oh iya bu, maaf tante maksud saya, “ jawab Romlah terbata – bata.
Tiba – tiba tersirat dibenak Susi untuk mengajak Romlah dengannya. Ia ingin menjadikan Romlah salah satu pekerjanya yang mampu membawa keuntungan besar untuknya. Ia pun mengiming – imingi nilai rupiah besar terhadap Romlah. Romlah sama sekali tidak tertarik dengan tawaran itu, baginya masukan sebagai guru TK didesanya sudah cukup. Namun abahnya yang selalu haus harta memaksa Romlah untuk mau menerima tawaran itu. Susi memberi waktu tiga hari kepada Romlah untuk mempertimbangkan tawarannya itu.
Malam harinya dimeja makan . . . .
“ Rom, bagaimana kamu sudah mempertimbangkan tawaran teman abah tadi, “ Tanya Juragan Somad sambil menyantap hidanga makan malamnya.
“ Sudah bah,” jawab Romlah tanpa panjang lebar.
“ Bagus, kamu setuju kan?” Tanya Juragan Somad kepada putrid sulungnya itu.
“ Tidak,” Jawab Romlah tanpa berkomentar.
“ Kamu bodoh! “ umpat abahnya sambil menggenrakan meja. Seketika emak Romlah dan adiknya kaget .
“ Abah ini apa-apaan sih, bisa tidak abah sedikit lebih halus dengan anak sendiri” Kata istrinya.
“ Nasehati anak mu itu bagaimana agar bisa membahagiakan orang tua !” ketus Juragan Somad.
“ Pokoknya Rom tidak mau abah!” tegas Romlah.
“ Kamu benar-benar tidak tahu diuntung! Setidaknya kamu bisa membalas budi terhadap orang tua mu ini dengan uang yang tidak sedikit jumlahnya dari pekerjaan yang di tawarkan teman abah itu,” kata juragan Somad.
“ Abah masih kurang dengan semua ini? Selalu uang dan uang yang abah pikirkan,” Jawab Romlah.
“ Dasar kau anak kurang ajar!” umpat abahnya sembari berdiri dan mengangkat tangannya yang ingin diarahkan ke pipi mulus Romlah.
Namun Romlah pun segera bergegas lari menuju kamarnya. Dia merasa hidupnya penuh dengan beban. Abahnya tidak pernah mau menerima hidup ini walaupun semua sudah tercukupi. Semua selalu kurang dan kurang. Sampai ia pun tega dengan anaknya sendiri. Padahal gaji Romlah tiap bulan sebagai guru TK saja sudah semuanya ia berikan ke abahnya.
Tiba-tiba terdengar ada yang membuka pintu kamar Romlah. Siapa lagi kalau bukan emaknya yang selalu memberikan kesejukan tiap Romlah merasa gundah gulana.
“ Emak,” lirih Romlah sambil memeluk emaknya.
“ sudah sayang, tidak ada yang perlu kamu tangisi,” tutur emaknya dengan lembut sambil mengusap rambut Romlah.
“ Iya mak, tapi Rom merasa hanya akan membebani abah dan emak,” kata Romlah.
“ Kamu itu anak emak sayang, lagi pula emak juga tidak terlalu setuju dengan keputusan abah mu itu, sifat abah mu dari dulu memang sudah keras kepala,” kata Emaknya.
Sebenarnya hati kecil emaknya merasakan sebuah kejanggalan dengan tawaran pekerjaan yang di berikan oleh Susi teman suaminya itu. Ia juga tidak merelakan jika anaknya bekerja dengannya, apalagi jenis pekerjaannya tidak dijelaskan secara jelas. Tentu saja hati seorang ibu itu sangat peka dengan perasaan dan keselamatan buah hatinya.
Malam pun kembali larut. Dinginya merasuk, dan menusuk-nusuk inci demi inci tulang dalam tubuh setiap orang yang masih terjaga. Semua orang hanyut dalam mimpiya masing-masing. Mimpi yang membuat hidup ini lebih berarti. Mimpi yang selalu menjaga hari ini dan hari esok seakan lebih berwarna. Dan Romlah pun berniat esok akan di jadikannya momentum untuk bertemu sang pujaan hatinya.
Kasihan sekali Romlah, dari kecil ia memang tergolong anak yang cerdas, pendiam, polos, dan selalu menuruti perkataan orang tuanya. Tapi abahnya sendiri tidak pernah mau mengerti perasaan Romlah.
Hari ini Romlah berniat ingin menemui Katiman di sawah tempat biasa Katiman membantu orang tuanya.
“ Akang!” Teriak Romlah dari seberang sawah sambil melambai-lambaikan tangannya.
“ Romlah??” lirih Katiman terkejut, dan langsung menghampiri Romlah.
“ Akang, Rom ingin bicara dengan akang,” kata Romlah dengan pandangan serius.
“ Bicara tentang apa Rom? Apa kamu tidak takut ketahuan abah mu sedang bicara dengan ku?” Jawab Katiman.
“ Sudahlah kang, sudah kepalang tanggung saya sampai disini kang,” kata Romla
Romlah pun menjelaskan semua kejadian yang terjadi, ia pun berniat sekaligus berpamitan dengan Katiman.
“ Apa?” Katiman terkejut.
Romlah hanya mengangguk dan terdiam sambil menangis.
“ Kamu akan pergi meninggalkan aku?” lanjut Katiman.
“ Iya kang, ini semua memang pilihan yang berat untuk Rom kang,” Jawab Romlah sambil meneteskan air matanya.
“ Kenapa abah mu setega itu dengan mu Rom?” kata Katiman prihatin.
Romlah kembali hanya terdiam.
“ Tapi jika itu memang yang terbaik menurut mu, aku tak kuasa untuk menahan mu, meski hati ini berat untuk membiarkanmu pergi,” kata Katiman sambil menatap Romlah penuh arti.
“ Akang jangan khawatir, Rom pastii kembali untuk akang,asalkan akang masih setia menunggu Rom, kang,” kata Romlah.
Tiba-tiba terdengar suara orang yang sudah tidak asing lagi,” Bagus! Ternyata ini alasan mu kenapa kamu menolak tawaran teman abah kemarin?”
“ Abah?” kata Rom terkejut.
“ Ternyata kamu lebih memilih laki-laki miskin ini ketimbang menuruti oerkataan abah mu ini!” bentak Juragan Somad.
Katiman sedikit tersinggung dengan kata-kata setajam belati yang keluar dari mulut juragan kikir itu. Namun Katiman tidak mau langsung ambil tindakan, baginya itu sama saja melawan orang yang tidak kenal bahasa manusia. Romlah pun langsung di tarik pulang oleh abahnya.
Sesampainya di rumah, Romlah menjelaskan maksudnya menemui Katiman. Namun sama sekali tidak dihiraukan oleh abahnya. Tapi ketika Romlah berkata bahwa ia menyetujui perintah abahnya dan meninggalkan tugasnya sebagai guru TK, barulah abahnya mulai menatap Romlah.
“ Apa kau yakin dengan kata-kata mu?” Tanya abahnya.
“ Iya bah, toh walaupun Rom berkata tidak yakin tentu abah tidak mau menerimanya, Rom hanya ingin melihat abah bahagia,” ujar Romlah.
Matahari mulai menuju singgasana peristirahatannya. Mega merah yang membentang seolah pertanda malam kan datang. Romlah menyiapkan semua barang-barang yang akan dibawanya esok hari ke kota. Ini adalah malam terakhirnya duduk bersama menyantap hidangan makan malam bersama keluarganya. Ntah mengapa perasaannya mengatakan seolah-olah ini terakhir kalinya ia mampu menatap wajah-wajah orang yang begitu ia cintainya itu.
Waktu pun bergulir teamat cepat, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam terasa amat begitu cepat. Kini tiba saatnya Romlah pergi menuju tempat barunya. Sedan hitam sudah terparkir di depan rumahnya. Berat sekali rasanya melangkahkan kaki untuk meninggalkan kampung halamannya itu. Sebelum ia pergi Romlah berpesan pada ibunya, ”Mak, apabila nanti Rom kembali, emak harus tersenyum menyanbut kedatangan Rom, sudah emak tidak usah menangis lagi ya.”
Namun disisi lain abahnya sama sekali tidak ada rasa penyesalan melepas kepergian anaknya. Ia malah meminta Romlah agar mempercepat keberangkatannya dan segera mampu mengirimkan uang untuknya.
Romlah juga pun berpesan kepada abahnya,” Bah, apapun perintahnya Rom akan berusaha menuruti kata-kata abah, apapun resikonya biarkan rom yang menanggung aslakan Rom mampu membalas budi abah selama ini, tapi abah harus ingat juga, harta hanya titipan Yang Kuasa, tidak sepantasnya abah selalu menagungkannya.” Namun sedikit pun perkataan yang di keluarkan Romlah tidak digubrisnya. Lain halnya dengan Katiman, pemuda itu hanya mampu melihat kepergian pujaan hatinya itu dari kejauhan saja. Akhirnya Romlah pun masuk ke dalam mobil sedan itu, sesaat bayangannya pun hilang di bawa sedan yang melesat cepat itu.
Di tengah perjalanan, hampir tiga perempat perjalanan tepatnya, sedan itu tiba-tiba berbelok ke sebuah salon. Tante Susi berniat ingin merubah penampilan Romlah yang terlihat kusam itu. Alasannya, pelayan di kafenya itu harus selalu tampil cantik dan rapi dihadapan pelanggannya. Tapi saat Romlah diminta untuk mengganti pakaiannya menjadi pakaian yang minim kain Romlah seketika menolak. Tante Susi pun memaksa, karena ini juga merupakan salah satu persyaratan pekerjaannya. Romlah mulai curiga. Ia berharap semua kecurigaannya itu salah.
Gemerlap lampu kota nampak jelas ketika Romlah berada didalam mobil sedan itu. Sebuah rumah mewah tampak terlihat dihadapannya. Mobil itupun membelokkan setirnya dan masuk kedalam halaman rumah tersebut yang garasinya sudah terbuka lebar. Ketika masuk kedalam rumah megah itu, Romlah terkejut. Keadaan dalam rumah itu tak seindah luarnya. Ruang demi ruang dalam rumah itu tampak remang – remang. Tercium jelas bau – bau alcohol yang menusuk hidung. Beberapa pasang mata pun terlihat tertuju pada datangnya primadona baru di istana itu. Firasat Romlah makin tidak enak. Romlah pun dipersilahkan untuk istirahat disebuah kamar. Dia diantar oleh tante Susi. Romlah pun bertanya pada tante Susi, “ tante, sebenarnya ini tempat apa ? “
“ Sudah kamu tenang saja, ini rumah tante sekaligus tempat kerjamu, dan dikamar ini merupakan salah satu ruang kerjamu, “ jawab tante susi.
“ Maksud tante ? “ tanya Romlah tak mengerti.
“ Sudahlah bukankah kamu ingin menuruti kemauan abahmu yang kolot dan bodoh itu, “ kata tante Susi sambil tertawa
Romlah benar – benar takut saat ini. Ia berdo’a mudah – mudahan Tuhan selalu menjaga dirinya demi niat baiknya menuruti permintaan abahnya.
“ Malam ini kamu boleh istirahat, tapi besok kamu malam kamu harus mulai bekerja, “ kata tante Susi sambil menutup pintu kamar Romlah.
“ Kenapa waktu jam kerja saya malam tante ? “ tanya Romlah
“ Kamu itu jangan banyak Tanya ! “ bentak tante Susi
Sebelum tidur, Romlah pun mengambil air wudhu dan sembahyang memohon agar Tuhan selalu melindungi tiap langkahnya. Tetes air matanya pun tak kuasa ia tahan saat ia mencurahkan semua isi hatinya kepada Yang Kuasa. Romlah pun berdo’a agar Tuhan memberikan hidayah kepada abahnya ia juga berharap semoga ia bisa membalas jasa abahnya.
Selesai sembahyang direbahkannya tubuhnya ke sofa dipojok tempat tidurnya. Tak terasa matanya pun mulai terpejam, karena kantuk dan lelah yang mulai menyerang. Ia berharap Tuhan masih memberikan umur panjang untuknya, sampai ia mampu menuruti kemauan abahnya. Iapun terbawa hanyut dalam mimpinya bersama Katiman yang akan menemaninya dimasa senjanya.
Keesokan harinya Romlah pun terbangun, ia keluar dari kamarnya. Betapa terkejut hati Romlah melihat botol – botol khamer berserakan.
“ Tempat apa ini sesungguhnya ini ya Allah, “ kata romlah
Salah seorang wanita menyapanya,” Hey kau apa kau primadona baru disini?”
Romlah tidak mengerti akan maksud kata – kata wanita itu,” Maksud anda apa ya?”
“ Bukankah kau pekerja baru disini yang tante Susi ceritakan padaku, kenalkan namaku Gina,” kata wanita itu sambil menyodorkan tangannya
“ Mbak Gina, saya Romlah mbak, “ sahut Romlah penuh kepolosan.
“ Tidak usah pakai mbak, saya masih muda kok. Panggil saya Gina, “ katanya memperjelas.
“ Emmm . . . . ia Gina,” kata Romlah.
“ Selamat datang ya disini, mudah – mudahan kehadiranmu tidak membawa petaka bagiku, “ kata Gina ketus.
“ Petaka? Sebenarnya saya ini akan diberikan pekerjaan apa? Bukankah kita disini sama – sama mengais rizqi dari Tuhan,“ kata Romlah.
“ Tidak pantas kau sebut nama Tuhan disini, kita ini orang – orang yang paling dibenci Tuhan,” kata Gina
“ Dibenci? Bisa kau perjelas maksud kata – katamu itu,” pinta Romlah
“ Sudahlah nanti juga kau akan mengerti maksudku, yang penting kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan dengan uang,” jawab Gina.
Romlah makin bingung dengan kata – kata Gina tadi. Ia semakin penasaran dengan pekerjaan yang akan ia dapatkan. Apapun pekerjaan itu, dia sudah terlanjur janji dengan abahnya. Dan ia berharap mudah – mudahan pekerjaannya sesuai dengan yang diharapkan.
Kini sinar surya berganti rembulan. Kicau burung berubah menjadi dencitan kelelawar. Tante Susi masuk kekamar Romlah.
“ Romlah Romlah . . . ,” sambil mengetuk pintu kamar Romlah.
Romlah pun membukanya,” ada apa tante?”
“ Cepatlah kau bersolek, kini waktunya kamu bekerja, tamu – tamumu telah menanti, “ kata tante Susi.
“ Tante apa yang harus saya lakukan?” kata Romlah
“ Ayo cepat ikut aku,” kata tante Susi.
Romlah pun mengikuti perintah tante Susi, diajaknya Romlah menemui tamu – tamunya.
“ Romlah, kamu harus mau melayani dan menemani serta menuruti apa kemauan mereka, “ ujar tante Susi.
“ Tante, sebenarnya ini apa mana pekerjaan saya? “ Romlah mulai mengerti dan ketakutannya pun mulai menjadi – jadi.
“ Iya, ini pekerjaanmu, jika mala mini kamu mampu melayani mereka, besok kamu sudah bisa mengirimi abahmu yang mata duitan itu dengan jumlah yang cukup besar, paksa tante Susi.
“ Maaf tante tapi saya tidak sehina ini saya masih punya harga diri. Pulangkan saya kerumah abah malam ini juga, “ pinta Romlah sambil menangis
“ Apa kamu bilang! Plaaak . . . ! ” Tamparan mendarat dipipi mulus Romlah.
Romlah makin menangis tersedu – sedu, ia tidak mungkin merelakan kehormatannya sebagai wanita. Tapi karena terus dipaksa dan terus disiksa, akhirnya Romlah pun pingsan. Pipinya memar – memar karena ditampar berkali – kali oleh tante Susi atas dasar karena Romlah tidak mau menuruti kata – katanya. Romlah pun benar – benar tidak sadarkan diri. Romlah dipaksa untuk meminum minuman haram itu. Romlah benar – benar seperti orang tak bernyawa lagi.
Disaat Romlah mulai sadarkan diri, ia masih terbaring lemas tak berdaya. Ia sama sekali tidak mengingat kejadian yang menimpanya. Yang ia sadari sekarang adalah tak sehelaipun benang menutupi tubuhnya. Ia langsung menarik selimut yang ada didekatnya. Ia pun menangis, dilihatnya segepok uang bernilaikan 15 juta tergeletak diatas dadanya. Isak tangis yang makin menjadi-jadi bagai halilintar yang menyambar – nyambar kepiluan hatinya.
“ Kini sirna sudah kemilau impian yang akan kurajut diusia senjaku, “ Rintihnya lirih
“ Tuhan, kini aku sudah hina, aku sudah kotor, apa aku masih pantas menjadi hambamu ?” Katanya benar – benar terisak.
Akhirnya Romlah berpikir, ini memang sudah takdirnya. Penderitaan serta cobaan harus dihadapi. Iapun membersihkan dirinya, setelah itu ia lakukan sholat taubat memohon pengampunan Sang Pencipta. Ia memohon disaat ia kembali kepangkuan – Nya dalam keadaan kotor.
Setelah itu ia pun menulis surat untuk abahnya dikampung bahwa ia hanya dapat mengirimkan uang sejumlah ini. Ia pun meminta maaf kepada orang tuanya. Disuratnya ia juga meminta agar menyampaikan salam rindunya untuk Katiman. Ia juga berharap mudah – mudahan dengan uang itu abahnya bisa membeli apa yang ia mau.
Akhirnya surat itupun tiba ditangan abah dan emaknya.
“ Bah . . . abah!” Panggil emak Romlah.
“ Apa sich pagi – pagi gini sudah teriak – teriak, “ Kata abah sambil mengucak matanya.
“ Ini bah anak kita Romlah mengirimkan kita surat,” Kata emak.
“ Halah sekedar surat saja senang, ada uangnya tidak ? ” Kata abah.
“ Bisa tidak abah ini sedikit saja mengkhawatirkan keadaan Romlah, tidak hanya uang, uang, dan uang!” Jelas emak.
“ Iya abah ini seperti tokoh kartun di spongebob saja, si tuan Krab,” Sahut sikecil Abdul.
“ Hah kalian berdua ini sama saja, mana berikan surat itu,” Kata abah tidak menghiraukan.
Begitu dibukanya abah kaget melihat segepok uang jatuh dari map coklat yang dibukanya.
“ Hah uang, uang, Romlah anakku memang pintar, sekarang juga aku akan membeli kambing di pasar,” Kata abah atau Juragan Somad tanpa membaca pesan anaknya. Untung saja emak mengambil dan membaca pesan anaknya itu.
Entah apa yang sebenarnya yang ada dihati abahnya itu. Tidakkah sedikit saja nalurinya sebagai ayah yang menghawatirka buah hatinya itu sudah hilang tertutup harta.
Naudzubillahimindzalik . . .
Ditempat lain kini Romlah sedang terbaring sakit. Tak henti – hentinya hati dan lidahnya itu mengucap asma – asma Allah. Sakit Romlah semakin hari semakin parah tanpa ada satupun orang yang memperhatikannya. Suatu hari ketika tante Susi masuk ke kamarnya.
“ Hey Romlah sampai kapan kau terus – terusan sakit seperti ini, bisa bangkrut saya nanti!” Kata tante Susi.
“ Tante aku tidak akan lama lagi merepotkanmu,” Kata Romlah.
“ Baguslah kalau begitu, “ Jawab tante Susi ketus.
“ Asalkan tante mau mendengar kata – kata terakhirku, “ Kata Romlah.
“ Kau ini seperti sudah akan mati saja, “ Kata tante Susi sedikit menampakkan kekhawatirannya.
“ Tante berhentilah dari pekerjaan ini, Allah sangat membenci ini semua tante, bertaubatlah tante selagi Allah masih mau menerima taubat kita, “ Kata Romlah.
Tante susi hanya terdiam dan meneteskan air matanya.
“ Satu lagi tante, apabila nanti aku akan menghadap Sang Khalik, aku ingin tante memulangkanku ke kampong. Biar abah dan emak masih mampu melihat ku dan mengantarku ke tempat peristirahatan terakhir ku, dan aku pun ingin selalu tetap hidup di hati mereka. Aku pun juga ingin, kalau Katiman tahu bahwa cintakku ini akan terpendam bersama jasad kun anti,” pinta Romlah sedikit terbata-bata.
“ Romlah, apa yang kamu bicarakan itu sayang? Kamu pasti kuat nak, maafkan tante sayang,” kata Tante Susi sambil menangis dan memeluk Romlah.
“ Aku sudah memaafkan tante, asal tante mau berubah demi masa senja tante, jangan sampai kemilau masa itu, akan sirna seperti harapan-harapan ku ini tante,” Kata Romlah.
“ Baik sayang, tante pasti mengabulkan keinginan mu,” sambil memeluk Romlah lebih erat lagi dan menangis.
“ Asshaduallaillahaillah wa ashaduanna muhammadarosullah,” lafaz terakhir yang di ucapkan Romlah dari bibirnya. Ia pun benar-benar telah menghadap Sang Khalik. Tante Susi tak kuasa menahan sedih dan seribu penyesalan atas apa yang pernah ia lakukan kepada gadis sebaik dan semulia Romlah.
Tante susi pun memenuhi pesan-pesan terakhir Romlah. Tidak hanya Tante Susi saja tapi abahnya juga benar-benar menyesali semua perbuatannya itu seumur hidupnya. Ia menjual sebagian ladangnya dan ia sumbangkan kepada rakyat-rakyat jelata. Ia benar-benar menyesali sega perbuatannya itu, sampai pada akhirnya ia pun tidak mampu mengicapkan kata maaf kepada putrinya itu hingga ajal menjemputnya.
Sedang Katiman, ia hanya mampu merelakan kepergian belahan jiwanya itu. Kilau-kemilau senjanya yang ingin ia rajut bersama Romlah kini sirna bersama takdir. Walaupun begitu cintanya takkan pernah mati untuk Romlah. Begitupun Romlah sampai akhirnya ia bersandar tenang, ia mampu membuktikan ketulusan cintanya itu. Kemilau senja yang mereka impikan, kini benar-benar tak kan terwujud. Biarlah takdir dan cintanya itu terkubur bersama angan-angan yang dulu mereka rajut. Semua tinggal kenangan, semua tinggal cerita, biarlah semuanya itu sirna bersama kemilau cahaya senja.

SEKIAN . . .

Selasa, 15 Februari 2011

CERPPEN

MY FEEL CHANGE BE LOVE ??
( By : Anggun Dherti V )




“ Dibilang suka enggak, dibilang gak suka juga enggak ? Arrggh pusing gue !” inilah kata – kata yang berkecamuk di benak gadis SMA BAKTI NEGARA bernama Nadya yang sedang kasmaran dengan seniornya bernama Galang. Nama Galang yang gak mungkin asing buat didenger apalagi kalau hanya di kalangan anak – anak SMA Bakti, sapa sich yag gag kenal sama cowok terpopuler itu. Awalnya sich dulu Nadya benci setengah mati ama thu cowok, tapi karna Cuma gara – gara tragedy di kantin, Nadya langsung terpesona dengan senyuman manis cowok pemikat itu. Saat tiba – tiba cowok itu numpang duduk di sebelahnya. Soalnya waktu itu kantin penuh banget. Awal perasaan yang konyol sich, tapi bukan hal yang aneh kalo’ rasa benci berubah jadi cinta.
“ Gue gak habis pikir, ngapa gue bisa sekonyol ini sih?” Tanya Nadya pada dirinya sendiri sambil mencecup lollipop.
“ Emang dari dulu lo emang konyol kali Nad,” Ejek Winda sohibnya dari SMP.
“ Ahh lo Win, gue serius tauk. Bisa gila nanti lama – lama gue gara – gara tuh bocah,” Ujar Nadya.
“ Jadi lo lagi kasmaran? Beneran lo jatuh cinta sama cowok yang sok kecakepan itu? Siapa namanya Galang itu?” Kata Winda.
“ Bukannya sok kecakepan kali Win, tapi emang dasarnya cakep,” Kata Nadya sambil meringis.
“ Wawawah parah lo Nad, sekalinya jatuh cinta tapi kok sama orang aneh kayak dia sih? Dia kan udah pernah bikin malu lo dulu di depan anak – anak kelas 3, dan bukannya lo dulu benci setengah mati ya sama dia?” Tanya Winda heran.
“ Emmm . . . “ Nadya hanya meringis.
Winda hanya tersenyum melihat polah tingkah sahabatnya itu, soalnya jarang – jarang Nadya bisa suka sama cowok, biasanya kan cewek ( hahaha becanda doank ) Nadya masih normal kok. Tapi emang sih Nadya itu dingin kalo’ sama cowok. Banyak cowok yang naksir dia, bahkan sampai rela nunggu Nadya buat mau jadi pacarnya. Tapi Nadya gak pernah ambil pusing masalah itu. Tapi sekallinya dia bener – bener naksir sama cowok, yaa gini deh jadinya, guru di depan kelas saja mungkin di bayangkannya menjadi wajah cowok yang di taksir, hahaha.
Siang itu panasnya bukan main, fatamorgana di aspal bak oase – oase di Gurun Sahara. Keringat pun mengucur bak aliran Sungai Amazone yang terpanjang di dunia. Nadya yang baru keluar dari kelasnya, tampak mengipas – ngipaskan bukunya untuk menghilangkan kegerahannya.
“ Buset panas aja hari ini, neraka apa lagi bocor ya? Panasnya heboh banget,” Nadya ngedumel sendiri.
Sekelibat bayangan di balik tembok parkiran, mengalihkan pandangan Nadya. Perlahan demi perlahan bayangan itu mendekat menjadi wujud aslinya.
“ Hai Nad!” Terdengar suara menyapanya.
“ Hhhaai juga ?” Jawab Nadya terkejut.
“ Lagi nunggu siapa?” Tanyanya lagi.
“ Gue . . . Gue . . . gak lagi nunggu siapa – siapa,” Jawab Nadya agak gerogi melihat yang menyapanya adalah senior yang di kaguminya.
“ Oh yaudah, gue duluan ya? Hati – hati pulangnya, bye . . . ,” Kata Galang.
Nadya makin ternganga melihat Galang, dalam hatinya ssenang bukan main mendapat teguran dari Galang. Sampai gak sadar dia nabrak tembok waktu akan belok ke parkiran, dan spontanitas anak – anak yang ada di sekitar parkkiran dan melihat kejadian itu tertawa melihat adegan konyol si miss konyol Nadya.
“ Awawawadaw sakit, ini tembok ngapain sih mampang disini, pake nubruk gue segala! Ehh tapi kan gue ya yang nubruk? Hehehe ,” Kata Nadya sambil cengengesan sendiri. Sambil menelus – elus jidatnya, di bukanya pintu mobil avanza merah, dan dihidupkannya AC dan MP3 di mobilnya, di playnya lagu Vierra yang berjudul Rasa Ini.
Ku suka dirinya, mungkin aku sayang . . .
Namun apakah mungkin kau menjadi milik ku . . .
Kau pernah menjadi, menjadi miliknya . . .
Namun salah kah aku, bila ku pendam rasa ini. . .
Sambil komat – kamit mulutnya ikut menyanyikan lagu tersebut. Gak kerasa sampai juga di pertigaan, tinggal belok kanan, sampailah di rumah begaya eropa klasik dengan pagar tinggi berwarna minimalis.
“ Sampai juga di kamar kesayangan gue, “ kata Nadya sambil menghela nafas dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
“ Nadya . . . Nadya . . . ayo turun sayang makan dulu, mama sudah menyiapkan makanan kesukaan mu,” Kata mamanya dari luar kamar.
“ Iya ma, nanti saja Nadya masih kenyang. Mama duluan saja ya?” Jerit Nadya dari dalam kamarnya.
“ Hmmm yasudah, tapi nanti keluar ya sayang ? ” Kata mamanya.
“ Iya mama ku sayang, Nadya ngantuk mau istirahat dulu ,” Jerit Nadya lagi.
Tapi itu hanya alasannya saja, diambilnya laptop yang tergeletak di atas meja belajarnya. Ia pun membuka situs www.facebook.com , dan memasukan alamat e-mail nadya_bequeenimut@ymail.com dan memasukan password ************.
“ Emmm siapa aja ya yang lagi OL?” Kata Nadya.
Tiba – tiba ada nama Galang Alex Wiyanda menuliskan sesuatu di chat boxnya.
+ “ Emmm . . . Hay Nad?  “
“ Wah Galang ngajak chatting gue,” Kata Nadya girang.
- “ Hay juga Lang?  “
+ “ Gue boleh ngomong sesuatu gak sama lo? “
- “ Emmm ya ngomong aja?”
+ “ Jangan lewat chatting deh, besok aja gue ngomong langsung ke lo.”
- “ Ngapa gak sekarang aja sih ? gapapa lagi.”
+ “ Udah ah besok aja gue malu.”
- “ Ah lo mah Lang bikin gue penasaran aja.”
+ “ hehehe besok pulang sekola gue tunggu lo di parkiran ya?”
- “ Oke deh kalo gitu!  “
+ “ Emmm oke sayangs :D “
- “ Hahaha :D “
Nadya pun menutup obrolannya dengan Galang. Sebelum dia keluar dari profilya, ia pun menullis status di dindingnya .
:. Guee kokk jaddi penasaran yya?? .
*hahaha salting deh gue :P
Barulah ia menutup profilnya. Nadya makin penasaran dengan apa yang Galang ingin katakan. Wajahnya memerah semerah tomat yang baru dipanen. Nadya berharap Galang ingin mengungkapkan perasaannya kepada Nadya. Rasanya Nadya terbang bersama anganya sambil tersenyum dia membayangkan liuk – liuk wajah Galang. Karena terlalu senangnya, dia baru sadar kalau perutnya sudah mulai memberikan isyarat. . . krruuukk. . . kruukkk . . .
“ Haha ternyata gue baru sadar kalau gue sebenernya laper, “ Kata Nadya sambil meringis.
Nadya pun menghampiri mmamanya di meja makan.
“ Mama . . .!”
“ Lho katanya udah kenyang? Terus mau istirahat?” Tanya mamanya.
“ Emmm . . . kangen masakan mama,” kata Nadya sambil meringis dan mencari alasan. Gak heran kalo Nadya jago ngeles, nilai mengarangnya saja selalu 90 hahaha.
Ruang terang telah berubah gelap, awan biru tampak berubah menjadi putih karena pancaran sinar bulan.nadya benar – benar tidak sabar menanti hari esok. Di bolak – baliknya buku kimia dihadapannya, matanya yang penuh lamunan tampak kosong menatap helai demi helai buku yang di bacanya. Tak terasa perlahan matanya mulai di selimuti rasa kantuk, matanya pun mulai terpejam. Ternyata rasa kantuk juga bisa datang disaat orang dilanda cinta.
Hari yang dinanti telah tiba. Nadya bangun lebih pagi tidak seperti biasanya. Ia pun berangkat lebih awal ke sekolah. Jepit rambut, tas, kaos kaki, sepatu, gelang,bahkan mobil pun ia pakai punya mamanya yang warna pink.itu semua menandakan hatinya yang sedang berbunga. Pagi ini semua orang disapanya, mulai dari Bi Imah, papa, mama, adiknya, satpam sekolah,sampai – sampai orang gila di jalan pun di tegurnya. Biasalah orang kalu sedang jatuh cinta.
“ Hai Winda sayang?” Sapa Nadya setelah sampai di kelasnya.
“ Nah kesambet setan mana lo pagi ini? Mana pake pink – pink gitu? Valentine masih lama kali ,” kata Winda meledek.
“ Ah lo tu Win gak tau apa kalp sahabat lo yang satu ini lagi seneng?” kata Nadya.
“ Emang gak tauk hehehe, emang lagi seneng kenapa lo?” Tanya winda.
“ Tauk gak, kemaren kan galang ngajak gue chatting terus dia ngajak ketemuan gue hari ini, katanya dia mau ngomong sesuatu gitu, aahhh gue seneng banget, “ Kta Nadya sambil melonjak kegirangan dan nemeluk Winda.
“ Buset dah kira – kira donk lo Nad, kecekek ni gue? Wah selamet deh gue ikut seneng dengernya.
Pagi itu mereka berdua membuat suasana kelas yang sepi menjadi ramai. Walau pun hanya berrdua tapi ramainya mampu mengalahkan pasar ayam. Dua bidadari cantik itu memang selaluceria sepanjang hari. Selain cantik, rajin menabung, taat beribadah, patuh kepada orang tua, mereka juga termasuk siswa berprestasi lho. Menurut mereka sayang banget kalau masa remaja yang Cuma dating sekali dilewatin sama hal yang negative. Kalo masalah someone sih itu kadang Cuma selingan aja, tapi gak berate buat maen – maen doang lho.
Akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi. Para siswa SMA BAKTI NEGARA tampak berhamburan keluar kelas seperti sampah – sampah di Sungai Ciliwung yang merusak pandangan mata. Tapi di balik ibarat sampah itu tampak gadis seperti putri langit yang sedang menanti hadirnya pangeran berkuda putih, ya siapa lagi kalau bukan Nadya.
“ Hmmm mudah – mudahan Dewi Fortune ada di pihak gue hari ini,” Kata Nadya sambil menghela nafas.
Dipercepat langkahnya keluar dari sekolahmenuju parkiran sekolah. Jantungnya berdegup kencang seakan para pejuang akan turun perang . semakin dekat kearah parkiran , langkahnya justru makin di perlambat. Sambil mengenggam tanganya, Nadya mondar – mandir di depan kelas 3IPA1 yang letaknya bersebelahan dengan parkiran yang hanya berbatas tembok saja.
“ Kenapa gue jadi gugup gini sih?” Kata Nadya dalam hati.
Tiba – tiba dari belakang ada yang menepuk pundaknya, “ Nad!”
Seketika Nadya kaget melihat orang di belakangnya itu.
“ Oh Galang, gue kira siapa ,” Kata Nadya.
“ Gue kira lo gag dating , “ Kata Galang.
“ Emmm . . . emang lo mau ngomong apa?” Tanya Nadya.
Mereka pun saling berpandang – pandangan.
“ Gue mau bilang. . . em m m . . .” kata Galang malu – malu.
“ Iya apa Lang?” Tanya Nadya yang makin penasaran.
“ Gue mau bilang kalo . . .
Ini jepit lo kebawa gue, waktu rambut lo kesangkut di baju gue pas di kantin waktu itu, ternyata jepit lo kesangkut di baju gue. Gara – gara jepit ini gue diketawain temen –temen gue ,” Jelas galang sambil menmpakkan wajahnya yang memerah.
“ Hah? Gubraak , gue kira . . .” kata Nadya kaget.
“ lo kira apa Nad?” Tanya Galang.
“ Ah enggak yaudah mana balikin jepit gue, gue buru – buru nih “ sambil menyaut jepit di tangan Galang.
Galang hanya heran melihat sikap nadya yang tiba – tiba berubah. Nadya pun langsung menuju kearah mobilnya. Di dalam mobil ia hanya celometan sendiri.
“ ya ampun konyol banget sih gue ini, pake acara ngarep kalo Galang nembak gue lagi, ternyata malah Cuma mau balikin jepit gue, “ Kata Nadya sambil menginjak gas mobilnya.

SEKIAN . . .

Jumat, 21 Januari 2011


THE LINING SILVER IN THE COULD

This is about my life. A grim story that really did not want me to tell. Was not a story that was about my family. Precisely at the beginning of the year New Year’s Eve 2010. In my house was like hell. Like a cat in a cage that’s what I thought at that time.
Sad, upset, and angry that I felt. Unlike the previous New Year’s Eve. Only quarrel and dispute what I heard that night. Maybe this was not my story worth telling. My parents have been damaging the beautiful night.
However, I was lucky, there are my beloved brother who entertain me with a funny naughty behavior. Although there are things in there that made my inner torment.
New Year’s Eve when I arrived just celebrate it with my brother with pride lit the fire. Not long after that, the rain was falling. My brother
and I went into our respective rooms. Hhhhmmmm….. seems that time the atmosphere in the house seemed muffled.
Kkkrreeeekk…. I opened my bedroom door slowly. I heard my ringtone hp was rang. Several incoming messeges I receive, all about greeting the new year. When I wanted to reply to that messeges, suddenly….. my dad took my hp and……. Ppprrraaakkkk!!!! My hp slammed the floor. He did not let me bring hp. I did buy hp without the knowledge of my father. I was never close with my dad. I was annoyed with him. He always generalize me with other kids who hang out too freely. He never recognize and understand me.
My father also did a lot on the problem at that time. But I was happy with it, I wanted my father learned that the property was only a deposit that could be taken at any time by all-powerfull. And wealth was not everything that should be on pround.
I was crying, then I ran into my brother room. And it turns out mother was there too. I immediately hugged my mother without being able to hold my tears anymore. New Year’s Eve which I thought it would be a happy night, it turned into a night full misfortune.
The next day, exactly the day Friday. Eeuuhhhmmm….. huh?? A gloomy Friday morning. Father was still sleeping in the room, the younger brother was sitting pretty in front of televisiom, and the mother was busy in the kitchen.
I took my towel hanging behind my bedroom door, and I immediately headed for the bathroom. Overnight rain had not subsided, so… wwooowww!!!! Chill even penetrated to the bone marrow. But the could began to decrease after I see the dish on the dining table. Eehhmm…. It smells good  . Beloved mother made chicken soup. I use my towel to cover my hair is wet, and I take the bowl that has been provided on the table. But?? Why three other bowls still neat?? Wheter this morning I had breakfast alone again?? Remember it all my appetite vanished and I could not finish my soup, which had been taken earlier.
I was bored. I’m anxious to go to school again as usual, by accident it was holiday time smester.
I approached my brother who was busy playing PS. He is just entertainer my heart. When I was busy playing with my brother, suddenly…. Ggrrreeeekkkk!!! Heard someone opened the gate. I see from the front window of my dad was already up and left without saying goodbye. I was puzzled to see everything that happened with my family. Closer examination actually a lot of problems to come. Hhmmffttt  concentrate my studying seriously broken.
Two days later, I was starting school. Hmmm… my heart glad to get out of the house was like hell. But not as usuall as well, to day I set off at school with no in between. Do not wake up my brother because he came school at noon. I spent a glass of milk and a loaf of bread on the table, and directly said goodbye to my mother.
I was waiting for public transportation of the house. Ehhmm… still too early so the streets looked deserted. From the distance of gray public transportation line Simbarwaringin-Metro over to my department. I went to it. Fortunately no passengers in it, my friends but different schools. We were talking in it. Do not feel we had arrived at the terminal. We parted at the terminal, he continued to ride red public transportation line metro-campus. While I headed rickshow base not far from there.
When he got in school Immediatelly rused to the classroom and waaa???!!! My friends have a lot to come, we were hugging each other to remove the longing for nearly three weeks was not meet.
Not long after, ting tung ting tung!! Entry bell was sounded, we went straight to the front yard to carry the flag ceremony. Morning it’s sunny, no whit black cloud in the sky. Ceremony is finished… we went to our respective classes. Time teaching study activity has not lasted, so the students sent home early. But I didn’t decided to go home because on that day there were two Bimbel schedule. I stayed at school until the waiting time Bimbel.
I sat in front of the school musola with my friends. My moment right direction my views to the highway. I saw the driving pedicaps subscription son and his wife to the market. Without my knowing it, my tears were seen trickling emotion. How family harmony that although the simple life but they were always happy. My acestry is very different lately.
Do not feel the time has been shown at 13:45. Fifteen minutes again at the start Bimbel English. I immediately rushed towards the house tutor with my two friends.
When we got there, we immediately start lesson. But we also do not want to learn serious. Yeeaa… as usual, if our gathered this like we could not stop laughing :D :D. But Mom Atiek, our teachers also never angry with us, we consider her as own mothers. If there is a problem we always ask for a solution from her.
Not felt since he called time has shown at 16:00. Time we said goodbye and headed home Mr.Joe to Bimbel Match. Of the five of us, only three involved Bimbel Mathematichs where Mr.Joe. Hahahaha :D and we were late, Bimbel already begun.
This was the most exciting thing for me. Bimbel, come home late, and talking with friends. Because that all made me forget all the problems at home.
At 18:00 we left. Emm… this day went by so fast. When I got home, my mother and brother were waiting for me on the porch. Eehhmm… happy. I immediately greeted and kisses my mother and brother they welcomed me. Immediately told my mother a bath and evening prayers together. After prayer we went to dinner. I’m happy togetherness began to be felt even though my father was rarely come join us.
Evening wore on, but my eyes could not shuit it. I heared my father oponed the door. He looked exhausted. I peered from the door, my mother had welcomed the arrival of the father. I was glad to see it …  . But soon heared again from their verbal battle  .
Three months later…
This month entered the final seconds of the exam, because now I’m sitting in class IX. But why in the seconds are also increasingly peaked my family problems?? Until my mom finally threw the word divorce to my dad. Initially they didn’t want to tell me, but in the end I know it. I was angry with them. I tearfully talked them, I pleaded to them to maintain the integrity of our family. I just think about the fate of my brother who was still in desperate need of affection. Indeed the last few years they had mutually away from one another.
My father wasn’t always able to get the exchange thoughts with my mother. He was stubborn and selfish. My brother didn’t know this problem.
I was confused, my mind was fractic. I sat in the window of the room, it was very cloudly weather, such as the cloudy my heart.
I saw the black cloud, there is little silvery white light side. Finally I thought, I likened my self as the black cloud. Means there was little hope for me to keep excited about the exam even though I was now on the brink of ruin my family.
My spirits began to rise again….
I tried to forget all the things that pollute my mind. Only one, I hope I should be able to pass with a satisfactory value.
My day after day passed, the exam was finally compeled. But my family problems still had not finished. And finally a decision in the can, my mother and father divorced. I was really shocked. And the more so I had to part with my brother, no longer goad my eyes water dam this. :@ :’(
None of my friends who knew this problem. Everyday I could be my usual self they know. Captious, cheerful, though his mind was actually crying. My family can’t be maintained again , whether I too would fail in this test. I felt my life not means anymore.
Announcement finally came around, I hope my good value even if it lasts the test of time so many trials . Envelope was eventually distributed . Can’t wait to open at home , I immediately opened the envelope and….
“PASS” . . .
I immediately shed a happy tear . Although even it the midst of the destruction of my family , my heart in the midst of confusion , I could grow my spirit to pass the exam with a satisfactory value . I can only submit to God, that was my way of life that must go through.
Although I value satisfy but it was not complete without unity in my family . Couldn’t hold my tears anymore , because I envied my friends who can proudly show the results of his efforts as this parents.
But I believed anything as difficult as this problem there must be a way out and I hope God still give hope to meet with my brother. I will try to get up and make this darkness changed to started me to go glories. :’)

THE END….

Jumat, 14 Januari 2011

Bayang Impian


Saat aku mengharap sebuah keajaiban…
Aku tersenyum melihat bayang rapuh ku…
Tengadah aku bersimpuh kaku…
Menatap semua yang telah layu…

                                                 Disaat semua telah gugur…
                                                 Harap ku sirna penuh sesal…
                                                 Sesak dan tangis,
                                                 Membaur menyelimuti kepiluan hati…
Kini aku bukan yang dulu lagi
Sendiri, terdiam, dan terisak penuh duka…
Keceriaan ku dan kebahagiaan ku…
Seketika hilang tanpa arah,
Dan bukan tanpa sebab…
                                            Aku berharap Tuhan mendengar ku…
                                            Andaikan waktu dapat ku putar…
                                            Aku ingin kembali saat aku
                                            Pertama kali melihat dunia…
                                            Semua tampak indah …
                                            Walau aku belum dapat merasakannya…



Berusaha ku tepiskan….
Bayang impian bodoh ku itu….
Kembali menikmati hidup dengan mu…
Namun saat kau tak hadir lagi …
Kurasa kesunyian amat mendalam…
akei42.jpg

                                                Percayalah….
                                                Walau kini kita berpisah….
                                                Tapi hati kita tetap menyatu…
                                                Walau kelak aku kan mati…
BY: anggun dherti v.                                                Tapi kau kan tetap hidup dalam mati ku…

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More