MY FEEL CHANGE BE LOVE ??
( By : Anggun Dherti V )
“ Dibilang suka enggak, dibilang gak suka juga enggak ? Arrggh pusing gue !” inilah kata – kata yang berkecamuk di benak gadis SMA BAKTI NEGARA bernama Nadya yang sedang kasmaran dengan seniornya bernama Galang. Nama Galang yang gak mungkin asing buat didenger apalagi kalau hanya di kalangan anak – anak SMA Bakti, sapa sich yag gag kenal sama cowok terpopuler itu. Awalnya sich dulu Nadya benci setengah mati ama thu cowok, tapi karna Cuma gara – gara tragedy di kantin, Nadya langsung terpesona dengan senyuman manis cowok pemikat itu. Saat tiba – tiba cowok itu numpang duduk di sebelahnya. Soalnya waktu itu kantin penuh banget. Awal perasaan yang konyol sich, tapi bukan hal yang aneh kalo’ rasa benci berubah jadi cinta.
“ Gue gak habis pikir, ngapa gue bisa sekonyol ini sih?” Tanya Nadya pada dirinya sendiri sambil mencecup lollipop.
“ Emang dari dulu lo emang konyol kali Nad,” Ejek Winda sohibnya dari SMP.
“ Ahh lo Win, gue serius tauk. Bisa gila nanti lama – lama gue gara – gara tuh bocah,” Ujar Nadya.
“ Jadi lo lagi kasmaran? Beneran lo jatuh cinta sama cowok yang sok kecakepan itu? Siapa namanya Galang itu?” Kata Winda.
“ Bukannya sok kecakepan kali Win, tapi emang dasarnya cakep,” Kata Nadya sambil meringis.
“ Wawawah parah lo Nad, sekalinya jatuh cinta tapi kok sama orang aneh kayak dia sih? Dia kan udah pernah bikin malu lo dulu di depan anak – anak kelas 3, dan bukannya lo dulu benci setengah mati ya sama dia?” Tanya Winda heran.
“ Emmm . . . “ Nadya hanya meringis.
Winda hanya tersenyum melihat polah tingkah sahabatnya itu, soalnya jarang – jarang Nadya bisa suka sama cowok, biasanya kan cewek ( hahaha becanda doank ) Nadya masih normal kok. Tapi emang sih Nadya itu dingin kalo’ sama cowok. Banyak cowok yang naksir dia, bahkan sampai rela nunggu Nadya buat mau jadi pacarnya. Tapi Nadya gak pernah ambil pusing masalah itu. Tapi sekallinya dia bener – bener naksir sama cowok, yaa gini deh jadinya, guru di depan kelas saja mungkin di bayangkannya menjadi wajah cowok yang di taksir, hahaha.
Siang itu panasnya bukan main, fatamorgana di aspal bak oase – oase di Gurun Sahara. Keringat pun mengucur bak aliran Sungai Amazone yang terpanjang di dunia. Nadya yang baru keluar dari kelasnya, tampak mengipas – ngipaskan bukunya untuk menghilangkan kegerahannya.
“ Buset panas aja hari ini, neraka apa lagi bocor ya? Panasnya heboh banget,” Nadya ngedumel sendiri.
Sekelibat bayangan di balik tembok parkiran, mengalihkan pandangan Nadya. Perlahan demi perlahan bayangan itu mendekat menjadi wujud aslinya.
“ Hai Nad!” Terdengar suara menyapanya.
“ Hhhaai juga ?” Jawab Nadya terkejut.
“ Lagi nunggu siapa?” Tanyanya lagi.
“ Gue . . . Gue . . . gak lagi nunggu siapa – siapa,” Jawab Nadya agak gerogi melihat yang menyapanya adalah senior yang di kaguminya.
“ Oh yaudah, gue duluan ya? Hati – hati pulangnya, bye . . . ,” Kata Galang.
Nadya makin ternganga melihat Galang, dalam hatinya ssenang bukan main mendapat teguran dari Galang. Sampai gak sadar dia nabrak tembok waktu akan belok ke parkiran, dan spontanitas anak – anak yang ada di sekitar parkkiran dan melihat kejadian itu tertawa melihat adegan konyol si miss konyol Nadya.
“ Awawawadaw sakit, ini tembok ngapain sih mampang disini, pake nubruk gue segala! Ehh tapi kan gue ya yang nubruk? Hehehe ,” Kata Nadya sambil cengengesan sendiri. Sambil menelus – elus jidatnya, di bukanya pintu mobil avanza merah, dan dihidupkannya AC dan MP3 di mobilnya, di playnya lagu Vierra yang berjudul Rasa Ini.
Ku suka dirinya, mungkin aku sayang . . .
Namun apakah mungkin kau menjadi milik ku . . .
Kau pernah menjadi, menjadi miliknya . . .
Namun salah kah aku, bila ku pendam rasa ini. . .
Sambil komat – kamit mulutnya ikut menyanyikan lagu tersebut. Gak kerasa sampai juga di pertigaan, tinggal belok kanan, sampailah di rumah begaya eropa klasik dengan pagar tinggi berwarna minimalis.
“ Sampai juga di kamar kesayangan gue, “ kata Nadya sambil menghela nafas dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
“ Nadya . . . Nadya . . . ayo turun sayang makan dulu, mama sudah menyiapkan makanan kesukaan mu,” Kata mamanya dari luar kamar.
“ Iya ma, nanti saja Nadya masih kenyang. Mama duluan saja ya?” Jerit Nadya dari dalam kamarnya.
“ Hmmm yasudah, tapi nanti keluar ya sayang ? ” Kata mamanya.
“ Iya mama ku sayang, Nadya ngantuk mau istirahat dulu ,” Jerit Nadya lagi.
Tapi itu hanya alasannya saja, diambilnya laptop yang tergeletak di atas meja belajarnya. Ia pun membuka situs www.facebook.com , dan memasukan alamat e-mail nadya_bequeenimut@ymail.com dan memasukan password ************.
“ Emmm siapa aja ya yang lagi OL?” Kata Nadya.
Tiba – tiba ada nama Galang Alex Wiyanda menuliskan sesuatu di chat boxnya.
+ “ Emmm . . . Hay Nad? “
“ Wah Galang ngajak chatting gue,” Kata Nadya girang.
- “ Hay juga Lang? “
+ “ Gue boleh ngomong sesuatu gak sama lo? “
- “ Emmm ya ngomong aja?”
+ “ Jangan lewat chatting deh, besok aja gue ngomong langsung ke lo.”
- “ Ngapa gak sekarang aja sih ? gapapa lagi.”
+ “ Udah ah besok aja gue malu.”
- “ Ah lo mah Lang bikin gue penasaran aja.”
+ “ hehehe besok pulang sekola gue tunggu lo di parkiran ya?”
- “ Oke deh kalo gitu! “
+ “ Emmm oke sayangs :D “
- “ Hahaha :D “
Nadya pun menutup obrolannya dengan Galang. Sebelum dia keluar dari profilya, ia pun menullis status di dindingnya .
:. Guee kokk jaddi penasaran yya?? .
*hahaha salting deh gue :P
Barulah ia menutup profilnya. Nadya makin penasaran dengan apa yang Galang ingin katakan. Wajahnya memerah semerah tomat yang baru dipanen. Nadya berharap Galang ingin mengungkapkan perasaannya kepada Nadya. Rasanya Nadya terbang bersama anganya sambil tersenyum dia membayangkan liuk – liuk wajah Galang. Karena terlalu senangnya, dia baru sadar kalau perutnya sudah mulai memberikan isyarat. . . krruuukk. . . kruukkk . . .
“ Haha ternyata gue baru sadar kalau gue sebenernya laper, “ Kata Nadya sambil meringis.
Nadya pun menghampiri mmamanya di meja makan.
“ Mama . . .!”
“ Lho katanya udah kenyang? Terus mau istirahat?” Tanya mamanya.
“ Emmm . . . kangen masakan mama,” kata Nadya sambil meringis dan mencari alasan. Gak heran kalo Nadya jago ngeles, nilai mengarangnya saja selalu 90 hahaha.
Ruang terang telah berubah gelap, awan biru tampak berubah menjadi putih karena pancaran sinar bulan.nadya benar – benar tidak sabar menanti hari esok. Di bolak – baliknya buku kimia dihadapannya, matanya yang penuh lamunan tampak kosong menatap helai demi helai buku yang di bacanya. Tak terasa perlahan matanya mulai di selimuti rasa kantuk, matanya pun mulai terpejam. Ternyata rasa kantuk juga bisa datang disaat orang dilanda cinta.
Hari yang dinanti telah tiba. Nadya bangun lebih pagi tidak seperti biasanya. Ia pun berangkat lebih awal ke sekolah. Jepit rambut, tas, kaos kaki, sepatu, gelang,bahkan mobil pun ia pakai punya mamanya yang warna pink.itu semua menandakan hatinya yang sedang berbunga. Pagi ini semua orang disapanya, mulai dari Bi Imah, papa, mama, adiknya, satpam sekolah,sampai – sampai orang gila di jalan pun di tegurnya. Biasalah orang kalu sedang jatuh cinta.
“ Hai Winda sayang?” Sapa Nadya setelah sampai di kelasnya.
“ Nah kesambet setan mana lo pagi ini? Mana pake pink – pink gitu? Valentine masih lama kali ,” kata Winda meledek.
“ Ah lo tu Win gak tau apa kalp sahabat lo yang satu ini lagi seneng?” kata Nadya.
“ Emang gak tauk hehehe, emang lagi seneng kenapa lo?” Tanya winda.
“ Tauk gak, kemaren kan galang ngajak gue chatting terus dia ngajak ketemuan gue hari ini, katanya dia mau ngomong sesuatu gitu, aahhh gue seneng banget, “ Kta Nadya sambil melonjak kegirangan dan nemeluk Winda.
“ Buset dah kira – kira donk lo Nad, kecekek ni gue? Wah selamet deh gue ikut seneng dengernya.
Pagi itu mereka berdua membuat suasana kelas yang sepi menjadi ramai. Walau pun hanya berrdua tapi ramainya mampu mengalahkan pasar ayam. Dua bidadari cantik itu memang selaluceria sepanjang hari. Selain cantik, rajin menabung, taat beribadah, patuh kepada orang tua, mereka juga termasuk siswa berprestasi lho. Menurut mereka sayang banget kalau masa remaja yang Cuma dating sekali dilewatin sama hal yang negative. Kalo masalah someone sih itu kadang Cuma selingan aja, tapi gak berate buat maen – maen doang lho.
Akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi. Para siswa SMA BAKTI NEGARA tampak berhamburan keluar kelas seperti sampah – sampah di Sungai Ciliwung yang merusak pandangan mata. Tapi di balik ibarat sampah itu tampak gadis seperti putri langit yang sedang menanti hadirnya pangeran berkuda putih, ya siapa lagi kalau bukan Nadya.
“ Hmmm mudah – mudahan Dewi Fortune ada di pihak gue hari ini,” Kata Nadya sambil menghela nafas.
Dipercepat langkahnya keluar dari sekolahmenuju parkiran sekolah. Jantungnya berdegup kencang seakan para pejuang akan turun perang . semakin dekat kearah parkiran , langkahnya justru makin di perlambat. Sambil mengenggam tanganya, Nadya mondar – mandir di depan kelas 3IPA1 yang letaknya bersebelahan dengan parkiran yang hanya berbatas tembok saja.
“ Kenapa gue jadi gugup gini sih?” Kata Nadya dalam hati.
Tiba – tiba dari belakang ada yang menepuk pundaknya, “ Nad!”
Seketika Nadya kaget melihat orang di belakangnya itu.
“ Oh Galang, gue kira siapa ,” Kata Nadya.
“ Gue kira lo gag dating , “ Kata Galang.
“ Emmm . . . emang lo mau ngomong apa?” Tanya Nadya.
Mereka pun saling berpandang – pandangan.
“ Gue mau bilang. . . em m m . . .” kata Galang malu – malu.
“ Iya apa Lang?” Tanya Nadya yang makin penasaran.
“ Gue mau bilang kalo . . .
Ini jepit lo kebawa gue, waktu rambut lo kesangkut di baju gue pas di kantin waktu itu, ternyata jepit lo kesangkut di baju gue. Gara – gara jepit ini gue diketawain temen –temen gue ,” Jelas galang sambil menmpakkan wajahnya yang memerah.
“ Hah? Gubraak , gue kira . . .” kata Nadya kaget.
“ lo kira apa Nad?” Tanya Galang.
“ Ah enggak yaudah mana balikin jepit gue, gue buru – buru nih “ sambil menyaut jepit di tangan Galang.
Galang hanya heran melihat sikap nadya yang tiba – tiba berubah. Nadya pun langsung menuju kearah mobilnya. Di dalam mobil ia hanya celometan sendiri.
“ ya ampun konyol banget sih gue ini, pake acara ngarep kalo Galang nembak gue lagi, ternyata malah Cuma mau balikin jepit gue, “ Kata Nadya sambil menginjak gas mobilnya.
SEKIAN . . .








2 komentar:
nah ,,, ini nih yang dinamaid cerpend ,,!!!!
ceritanya asyik n bikin penasarand
eemm thankk yya comentarnyya. . .
:)
Posting Komentar